Tampilkan postingan dengan label Karet. Tampilkan semua postingan

Post

Potensi Karet Klon Unggul PB 260 dan IRR 39

Langkah-langkah teknologi pembuatan bibit karet klon unggul
1. Pembangunan Kebun Entres

  • Lahan haurus bersih dari sisa tunggul
  • Menggunakan klon anjuran Generasi ke 4  PB260 dan IRR39
  • Lobang tanam 60X60X60 dengan jarak tanam 1X1 meter
  • Batas blok per klon  2 meter
  • Perawatan secara intensif (wiwilan, pemupukan sesuai anjuran dan penyiangan)
  • Pemanenan entres setelah 4 payung


Post

TEKNIK OKULASI KARET

Okulasi pohon karet merupakan suatu rangkaian usaha untuk memperoleh bahan tanam yang baik dan merupakan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan sejak dari seleksi biji dan pengecambahan. Macam okulasi ada 2 yaitu okulasi hijau (green budding) dan okulasi coklat (brown budding). Okulasi hijau dilaksanakan pada bibit umur 5-6 bulan dan okulasi coklat umur 9-10 bulan.


Post

TINDAKAN ASEAN RUBBER BUSINESS COUNCIL (ARBC) TERHADAP PELAKU GAGAL KONTRAK

ARBC yang beranggotakan asosiasi perdagangan karet dari 6 negara produsen karet di ASEAN (Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam dan Cambodia) dan gabungan produksi ke 6 negara sekitar 80% dari total produksi dunia sangat prihatin terhadap penurunan harga karet yang tajam akhir-akhir ini. Harga karet telah anjlok sekitar 39% sejak pertengahan September 2011.
Penurunan harga yang sangat tajam telah mengakibatkan timbulnya  berita dipasar tentang gagal kotrak yang dilakukan oleh pembeli. Penurunan harga tersebut disebabkan oleh krisis hutang di zona Euro. Anggota  ARBC telah sepakat bersama-sama menanggapi issue pembeli yang melakukan gagal kontrak dan dengan sungguh-sungguh melakukan sanksi kontrak.


Post

Cara Membuat Perkebunan Karet

Management Kebun Karet


1. Teknologi Budidaya Karet
Untuk membangun kebun karet diperlukan manajemen dan teknologi
budidaya tanaman karet yang mencakup, kegiatan sebagai berikut:
• Syarat tumbuh tanaman karet
• Klon-klon karet rekomendasi
• Bahan tanam/bibit
• Persiapan tanam dan penanaman
• Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma, pemupukan dan
pengendalian penyakit
• Penyadapan/panen

Pada dasarnya tanaman karet memerlukan persyaratan terhadap kondisi iklim untuk menunjang pertumbuhan dan keadaan tanah sebagai media tumbuhnya.


Post

TEKNIK PENYEMAIAN BENIH KARET

Untuk mendapatkan bibit karet yang baik harus melalui okulasi. Oleh karena itu perlu batang atas (entres) yang berasal dari kebun entres. Kebun entres adalah kebun yang dibangun untuk memproduksi batang atas. Bahan tanam yang digunakan adalah stump mata tidur dan ditanam dengan jarak tanam 1 m x 1 m. Biasanya kebun entres ini baru dapat dipanen pada umur 1,5 tahun setelah tanam. Batang entres ini dapat dipersiapkan sendiri atau membeli di pusat penelitian karet. Persiapan tanam dan penanaman. Sebelum penanaman di lapang, lahan perlu diajir untuk menentukan titik-titik penanaman. Tanaman karet ditanam dengan populasi 500 tanaman per hektar (jarak tanam yang digunakan dapat 8 m x 2,5 m atau 7 m x 3,3 m) dengan arah barisan utara-selatan. Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm.


Post

Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun)

Pembibitan tanaman karet dilakukan dua tahap yaitu, persemaian benih dan pembibitan. Pesremaian bertujuan untuk menyeleksi kecambah yang tumbuh. Benih ditanam dalam bedengan selama maksimum 21 hari. Benih-benih yang tumbuh segera dipindahkan ke pembibitan. Benih-benih yang baru tumbuh setelah 21 hari dianggap afkir.


Post

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS: Karet

Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, Indonesia masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua, rusak dan tidak produktif, penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.


Post

KELAS-KELAS BENIH

Oleh : Yusie Arisanti, SP., MSi
Dalam rangka mencukupi kebutuhan benih, benih dari varietas baru yang telah ditemukan dan resmi dilepas oleh  Menteri Pertanian  perlu diperbanyak. Perbanyakan benih tersebut dilakukan oleh lembaga-lembaga milik pemerintah maupun swasta (penangkar benih) yang legalitasnya jelas.  Lembaga tersebut membantu pemerintah dalam memproduksi dan memperbanyak benih varietas tanaman tertentu sedangkan pemerintah memberikan pengawasan terhadap benih yang dihasilkan dengan cara melakukan sertifikasi. Sertifikasi benih adalah rangkaian yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi melalui pemeriksaan lapangan, pengujian laboratorium dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan. Dari kegiatan sertifikasi akan diperoleh sertifikat benih. Sertifikasi dilakukan oleh pengawas benih tanaman yang berada di UPTD Perbenihan/IP2MB yang berada di Propinsi.


Post

PEMURNIAN KEBUN ENTRES KARET DI KAB. TANAH BUMBU DAN KAB.KOTA BARU, PROV. KALIMANTAN SELATAN Oleh : Muhaemin, AM.d

Penggunaan bahan tanaman karet unggul merupakan modal dasar dalam menentukan keberhasilan usaha perkebunan karet. Untuk memenuhi ketersedian entres karet yang sesuai dengan standar, maka kebun-kebun entres yang ada sebagai sumber benih batang atas perlu di murnikan. Kegiatan pemurnian Kebun entres karet  di Provinsi Kalimantan Selatan  dilakukan oleh Indra Eddy Susanto,SP Petugas PBT dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan,  Mashudi,A.Md dari UPTD Perbenihan Prov. Kalimantan Selatan, Muhaemin,A.Md PBT dari Ditjen Perkebunan  dan di damping oleh petugas dari Kab. Tanah Bumbu.


Post

Sasaran Jangka Panjang Perkebunan Karet

Arah pengembangan karet
 ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif.
Tujuan pengembangan karet ke depan adalah mempercepat peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon unggul, mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah, dan meningkatkan pendapatan petani.


Post

Pertumbuhan ekspor karet alam Indonesia

Pertumbuhan ekspor karet alam Indonesia selama enam tahun terakhir (2000-2005) adalah sekitar 7,96%. Pertumbuhan ekspor karet alam Indonesia cenderung stabil, sedangkan nilai ekspornya berfluktuatif  karena terkait dengan harga ekspor karet.  Harga ekspor karet Indonesia sangat tergantung pada harga  karet  alam Internasional, penawaran dan permintaan. serta daya saing ekspor karet alam Indonesia dibandingkan dengan ekspor dari negara-negara pengekspor lainnya, seperti Thailand dan Malaysia.


Post

Kebijakan Pengembangan Agribisnis Karet

Kebijakan operasional di tingkat on farm yang diperlukan bagi pengembangan agribisnis karet
 adalah:
  1. Penggunaan klon unggul dengan produktivitas tinggi (3000 kg/ha/th)
  2. Percepatan peremajaan karet tua seluas 400 ribu ha sampai dengan 2009 dan 1,2 juta ha sampai dengan 2025
  3. Diversifikasi usahatani karet
 dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak
  4. Peningkatan efisiensi usaha tani.


Post

Cara Membuat Bibit Karet Okulasi

Bibit karet okulasi didapatkan dengan cara menempel mata-pucuk dari batang entres ke bibit karet batang
 bawah (biasanya asalnya dari persemaian biji GT). Petani
 harus mengetahui tipe bahan tanaman (nama klon dan 
keasliannya: sumber batang entres) untuk mendapatkan bahan tanaman yang terjamin kualitasnya, Batang entres dapat diperoleh dari kebun entres. Kemurnian klon sering bermasalah dalam hal keasliannya, oleh karena itu hanya kebun entres
 yang terjamin kemurniannya dan kualitasnya yang dapat
 dipergunakan.


Post

Tahapan Pembuatan Bibit Karet Klon Unggul

Terdiri dari beberapa tahap :

  1. Pembuatan  batang bawah (tempat melekatnya mata okulasi/entress/bakal bibit)
  2. Pembuatan  kebun entress ( kebun unggul turunan/pohon sumber mata okulasi )
  3. Penyiapan bahan tanam ( Stum mata tidur , Stum mini , Bibit dalam polybag dan Stum tinggi .


Post

Sifat-sifat Skunder Karet


Klon karet unggul yang dianjurkan selain mempunyai potensi produksi lateks(getah) yang tinggi juga diharapkan mempunyai sifat sekunder yang baik. Sifat-ssifat sekunder tersebut antara lain adalah pertumbuhan lilit batang pada masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) maupun Tanaman Menghasilkan (TM) relatif cepat, Tebal Kulit (TK) yang baik, Disamping itu juga memperhatikan Ketahanan Terhadap Angin (KA), Kering Alur Sadap(KAS), Respon Terhadap Stimulan (RS), dan Resistensi Klon terhadapPenyakit Gugur Daun Oidium (OI), Colletotrichum (Coll), Corynespora(Cory), dan Jamur Upas (JU).


Post

Potensi Produksi


Data potensi produksi lateks merupakan produksi kumulatif selama 5 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun  sadap. Potensi ini menggambarkan produksi pada awal sadap yaitu hasil sadapan kulit perawan/pertama dan produksi lanjutan yaitu hasil sadapan kulit pulihan. Potensi produksi kelompok klon anjuran komersil adalah sebagai berikut :


Post

Rekomendasi Klon Karet 2006 - 2010

Berdasarkan rumusan lokakarya nasional pemuliaan tanaman karet tahun 2005, klon-klon karet yang direkomendasikan untuk periode tahun 2006-2010 terdiri atas dua kelompok , yaitu klon anjuran komersil dan klon harapan . kelompok klon anjuran komersil merupakan sekelompok klon yang telah diuji dan dapat dikembangkan oleh pengguna(petani dll). Klon-klon ini sudah berupa benih bina, kecuali klon IRR 42 dan IRR 112 masih dalam proses pengajuan untuk pelepasannya sebagai benih bina . sedangkan klon harapan merupakan klon yang mempunyai potensi pertumbuhan dan produksi tinggi tetapi belum berupa benih bina . kedua kelompok klon tersebut adalah sebagai berikut :


Post

Investasi Kebun Karet


Pemerintah telah menetapkan sasaran pengembangan produksi karet alam Indonesia sebesar 4 juta ton pada tahun 2025 sasaran tersebut hanya dapat dicapai apabila 85 persen areal perkebunan karet rakyat telah menggunakan klon unggul . Rekomendasi klon adalah sejumlah klon yang dianjurkan berdasarkan hasil rumusan lokakarya nasional  pemuliaan tanaman karet untuk periode tertentu rumusan ini disusun berdasarkan data pertumbuhan produksi dan sifat-sifat sekunder yang diperoleh dari hasil pengujian pada beberapa lokasi selama beberapa tahun sesuai dengan tahapan pengujian .


Post

Sistem Kelembagaan dan Pemasaran


A.  Pemasaran dan Penentuan Harga Bokar
1. Sistem dan Pemasaran Bokar
Pemasaran Bokar merupakan kegiatan ekonomi yang berfungsi menyampaikan bokar dari petani kepabrik pengolah ( SIR, RSS, Lateks Pekat ) dan selanjutnya diekspor atau dijadikan barang jadi karet.


Post

Pengelolaan Bahan Olahan Karet


Mutu bahan olah karet rakyat (bokar) sangat menentukan daya saing karet alam Indonesia dipasar International. Dengan mutu bokar yang baik akan terjamin permintaan pasar jangkan panjang . Mutu bokar yang baik dicerminkan oleh Kadar Kering Karet (KKK) dan tingkat kebersihan yang tinggi. Upaya perbaikan mutu bokar harus dimulai sejak penanganan lateks di kebun sampai dengan tahap pengolahan akhir.


Web hosting

Sponsor

Pulsa Elektrik Murah
Anda dapat melakukan Pengisian Pulsa dari Hp Pribadi Anda Selamanya - Stok Pulsa Nasional
Jasa Design Website
Jasa Design Website Murah Harga Mulai Rp 300.000,- Pesan Cepat Pelayanan Memuaskan
Loket Listrik Online
Bagi Anda yang berminat untuk buka loket pembayaran listrik, daftar sekarang...!!!
DVD Mario Teguh Rp 60.000,-
Lebih dari 70 Episode dalam 1 DVD dapat anda miliki sekarang...!!!

Produk Sawit Costarika

Produk Sawit Costarika


Harga Produk

Bibit Kecambah Sawit Costarika Rp. 290.000/box - Isi 250 Biji/box
(Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Kami Memberikan Harga Khusus Bagi Reseller

Archive

Total Tayangan Halaman


Alexa Site Audit logotype