Archives

Post

TEKNIK PENYEMAIAN BENIH KARET

Untuk mendapatkan bibit karet yang baik harus melalui okulasi. Oleh karena itu perlu batang atas (entres) yang berasal dari kebun entres. Kebun entres adalah kebun yang dibangun untuk memproduksi batang atas. Bahan tanam yang digunakan adalah stump mata tidur dan ditanam dengan jarak tanam 1 m x 1 m. Biasanya kebun entres ini baru dapat dipanen pada umur 1,5 tahun setelah tanam. Batang entres ini dapat dipersiapkan sendiri atau membeli di pusat penelitian karet. Persiapan tanam dan penanaman. Sebelum penanaman di lapang, lahan perlu diajir untuk menentukan titik-titik penanaman. Tanaman karet ditanam dengan populasi 500 tanaman per hektar (jarak tanam yang digunakan dapat 8 m x 2,5 m atau 7 m x 3,3 m) dengan arah barisan utara-selatan. Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm.


Post

Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun)

Pembibitan tanaman karet dilakukan dua tahap yaitu, persemaian benih dan pembibitan. Pesremaian bertujuan untuk menyeleksi kecambah yang tumbuh. Benih ditanam dalam bedengan selama maksimum 21 hari. Benih-benih yang tumbuh segera dipindahkan ke pembibitan. Benih-benih yang baru tumbuh setelah 21 hari dianggap afkir.


Post

Teknologi Budidaya Jagung di Lahan Kering

Untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional diperlukan upaya peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas lahan dan tanaman serta perluasan areal tanam. Potensi pengembangan jagung terutama di lahan kering dinilai masih terbuka karena hasil rata-rata masih rendah yaitu 1,2 ton/ha. Padahal potensi hasil yang bisa dicapai adalah sebesar 4,5 ton/ha untuk varietas bersari bebas dan 5 – 7,6 ton/ha untuk jagung hibrida. Hal ini dapat ditempuh melalui penyempurnaan atau perbaikan teknologi produksi seperti penggunaan varietas unggul, pengolahan tanah sempurna, pemupukan, pengendalian hama penyakit terpadu serta penanganan panen dan pasca panennya.


Post

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS: Karet

Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, Indonesia masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua, rusak dan tidak produktif, penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.


Post

KELAS-KELAS BENIH

Oleh : Yusie Arisanti, SP., MSi
Dalam rangka mencukupi kebutuhan benih, benih dari varietas baru yang telah ditemukan dan resmi dilepas oleh  Menteri Pertanian  perlu diperbanyak. Perbanyakan benih tersebut dilakukan oleh lembaga-lembaga milik pemerintah maupun swasta (penangkar benih) yang legalitasnya jelas.  Lembaga tersebut membantu pemerintah dalam memproduksi dan memperbanyak benih varietas tanaman tertentu sedangkan pemerintah memberikan pengawasan terhadap benih yang dihasilkan dengan cara melakukan sertifikasi. Sertifikasi benih adalah rangkaian yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi melalui pemeriksaan lapangan, pengujian laboratorium dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan. Dari kegiatan sertifikasi akan diperoleh sertifikat benih. Sertifikasi dilakukan oleh pengawas benih tanaman yang berada di UPTD Perbenihan/IP2MB yang berada di Propinsi.


Post

PEMURNIAN KEBUN ENTRES KARET DI KAB. TANAH BUMBU DAN KAB.KOTA BARU, PROV. KALIMANTAN SELATAN Oleh : Muhaemin, AM.d

Penggunaan bahan tanaman karet unggul merupakan modal dasar dalam menentukan keberhasilan usaha perkebunan karet. Untuk memenuhi ketersedian entres karet yang sesuai dengan standar, maka kebun-kebun entres yang ada sebagai sumber benih batang atas perlu di murnikan. Kegiatan pemurnian Kebun entres karet  di Provinsi Kalimantan Selatan  dilakukan oleh Indra Eddy Susanto,SP Petugas PBT dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan,  Mashudi,A.Md dari UPTD Perbenihan Prov. Kalimantan Selatan, Muhaemin,A.Md PBT dari Ditjen Perkebunan  dan di damping oleh petugas dari Kab. Tanah Bumbu.


Post

Sasaran Jangka Panjang Perkebunan Karet

Arah pengembangan karet
 ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif.
Tujuan pengembangan karet ke depan adalah mempercepat peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon unggul, mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah, dan meningkatkan pendapatan petani.


Web hosting

Sponsor

Pulsa Elektrik Murah
Anda dapat melakukan Pengisian Pulsa dari Hp Pribadi Anda Selamanya - Stok Pulsa Nasional
Jasa Design Website
Jasa Design Website Murah Harga Mulai Rp 300.000,- Pesan Cepat Pelayanan Memuaskan
Loket Listrik Online
Bagi Anda yang berminat untuk buka loket pembayaran listrik, daftar sekarang...!!!
DVD Mario Teguh Rp 60.000,-
Lebih dari 70 Episode dalam 1 DVD dapat anda miliki sekarang...!!!

Produk Sawit Costarika

Produk Sawit Costarika


Harga Produk

Bibit Kecambah Sawit Costarika Rp. 290.000/box - Isi 250 Biji/box
(Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Kami Memberikan Harga Khusus Bagi Reseller

Archive

Total Tayangan Halaman


Alexa Site Audit logotype