Post

Pengendalian Penyakit Tanaman Karet


Penyakit pada tanaman karet sering menimbulkan kerugian ekonomis pada perkebunan karet rakyat . kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa kehilangan hasil akibat kerusakan tanaman, tetapi juga biaya yang dikeluarkan dalam upaya pengendaliannya. Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian secara terpadu dan efisien guna memperkecil kerugian akibat penyakit tersebut perlu dilakukan.
Penyakit tersebut terdiri dari 25 macam dan terdiri atas 4 golongan penyakit berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkan .
  1. Penyakit sangat membahayakan
Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomis cukup tinggi di berbagai daerah perkebunan di Indonesia. Jenis penyakit dalam kelompok ini adalah penyakit akar putih, kekeringan alur sadap, penyakit gugur daun corynesporacolletotrichum, dan oidium .
  1. Penyakit membahayakan.
Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomis secara terbatas dan terdapat secara terbatas pada suatu klon, tingkat umur tanaman, dan daerah perkebunan tertentu. Jenis penyakit yang termasuk adalah jamur akar merah, mouldy rot, nekrosis kulit, dan jamur upas.
  1. Penyakit agak membahayakan
Penyakit ini terkadang menimbulkan kerugian ekonomis pada tanaman dalam dan lokasi tertentu. Jenis penyakit ini adalah penyakit gugur daun helminthosphoriumdan phytophthora, kanker bercak, dan kanker lump.
4.   Penyakit kurang membahayakan.
Penyakit ini menimbulkan kerusakan tanaman tetapi tidak mengakibatkan kerugian ekonomis yang cukup berarti jenis penyakit ini adalah gugur daunguignardia, fusicoccum, cylindrocladium, penyakit akar cokelat, penyakit akar hitam, botriodiplodia sp, ganggang, dan lain-lain.
  1. A. PENYAKIT / PENYAKIT AKAR PUTIH ( Rigidoporus Microporus )
Gejala dan perkembangannya .
Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus ( Rigidoporus lignosus ). Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada akar tanaman. Gejalanya pada daun terlihat pucat kuning dan tepi atau ujung daun terlipat kedalam. Kemudian daun gugur dan ujung ranting menjadi mati. Daun muda, bunga dan buah terbentuk lebih awal. Pada perakaran tanaman sakit tampak benang-benang jamur bewarna putih dan agak tebal( rizomorf ). Jamur kadang-kadang menbentuk badan buah mirip topi bewarna jingga kekuning-kuningan pada pangkal tanaman.
Pada serangan berat akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati. Kematian tanaman sering merambat tanaman tetangganya. Penularan jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar tanaman sehat ke tunggul-tunggul dan akar tanaman . Penyakit akar putih sering dijumpai pada tanaman karet umur 1-5 tahun terutama pada tanaman yang bersemak, banyak tunggul, sisa akar, dan pada tanah gembur atau berpasir.
Dalam pengendalian penyakit pada umumnya pencegahan lebih dianjurkan daripada pengobatan karena biayanya lebih murah dan resiko kerugian ekonomi akibat kerusakan penyakit lebih kecil. Adapun pengendalian penyakit akar putih dapat dilakukan sebagai berikut .
Tindakan Pencegahan
  1. a. Pembongkaran dan pemusnahan tunggul dan sisa akar tanaman
Dilakukan dengan menggunakan buldoser atau traktor kemudian diikuti dengan penyingkiran atau pembakaran, pemusnahan juga dapat dilakukan dengan penggunaan racun tunggul Garlon 480 EC atau Tordon 101 yang dapat mempercepat proses pelapukan tunggul atau sisa akar tanaman.
  1. b. Penanaman kacangan penutup tanah
Hal ini dilakukan karena selain meningkatkan kesuburan tanaman kacangan juga mampu meningkatkan jumlah jasad renik( jamur , bakteri, dan aktinomiset ) dalam tanah yang membantu pelapukan tunggul dan sisa akar tanaman dam menghambat tumbuhnya jamur akar putih. Jenis kacangan yang dianjurkan adalah Pueraria javanica, centrosema pubescens, calopogonium mucunoides, psopocarpus palustris, dan colopogonium caeruleum.
c.   Penanaman Bibit sehat
Melakukan seleksi Bibit yang akan ditanam, apabila bibit  telah tertular jamur akar putih sebaiknya dicelupkan kelarutan fungisida .
  1. d. Perlindungan Tanaman
Perlindungan tanaman dilakukan dengan cara menaburkan belerang (100g-200g/pohon) disekeliling tanaman sampai 100 cm dari leher akar pada tanah yg telah digemburkan hal ini dilakukan setiap tahun mulai tahun pertama sampai dengan tahun kelima . atau juga dapat dilakukan dengan mencampur belerang dengan tanah pengisi dengan dosis 100g bersamaan pada waktu penanaman bibit. Belerang berfungsi untuk meningkatkan keasaman tanah, kondisi tanah yang asam dapat menghambat perkembangan jamur akar putih selain itu dapat juga mendorong perkembangan jamur antagonis terhadap jamur akar putih yaituTrichoderma dan gliocladium .
  1. e. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk membuat tanaman tumbuh baik, subur, dan kuat sehingga tahan terhadap serangan penyakit/jamur. Pemeliharaan meliputi pemberian dengan dosis yang  tepat, penyiangan gulma/kacangan penutup tanah disekeliling tanaman.
  1. f. Tidak menanam tumbuhan inang jamur akar putih
Di antara tanaman karet dapat ditanam tanaman sela palawija atau holtikultura tetapi tidak dianjurkan menanam tanaman sela yang merupakan inang jamur seperti ubi kayu, ubi jalar, tanaman bergetah dan lain-lain.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Web hosting

Sponsor

Pulsa Elektrik Murah
Anda dapat melakukan Pengisian Pulsa dari Hp Pribadi Anda Selamanya - Stok Pulsa Nasional
Jasa Design Website
Jasa Design Website Murah Harga Mulai Rp 300.000,- Pesan Cepat Pelayanan Memuaskan
Loket Listrik Online
Bagi Anda yang berminat untuk buka loket pembayaran listrik, daftar sekarang...!!!
DVD Mario Teguh Rp 60.000,-
Lebih dari 70 Episode dalam 1 DVD dapat anda miliki sekarang...!!!

Produk Sawit Costarika

Produk Sawit Costarika


Harga Produk

Bibit Kecambah Sawit Costarika Rp. 290.000/box - Isi 250 Biji/box
(Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Kami Memberikan Harga Khusus Bagi Reseller

Archive

Total Tayangan Halaman


Alexa Site Audit logotype