Post

Sistem Kelembagaan dan Pemasaran


A.  Pemasaran dan Penentuan Harga Bokar
1. Sistem dan Pemasaran Bokar
Pemasaran Bokar merupakan kegiatan ekonomi yang berfungsi menyampaikan bokar dari petani kepabrik pengolah ( SIR, RSS, Lateks Pekat ) dan selanjutnya diekspor atau dijadikan barang jadi karet.

Penyampaian Bokar dari petani ke pihak pabrik pengolah dilakukan oleh lembaga pemasaran melalui fungsi pemasaran. Fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran ( Penjualan dan Pembelian ), fungsi fisik ( Pengumpulan, Penyimpanan, Pengangkutan, Pengolahan), Fungsi fasilitas standarisasi, grading, Penanggungan Resiko, Pembiayaan, dan Penyediaan Informasi Pasar/Harga. Dalam melaksanakan Fungsinya Lembaga Pemasaran akan memerlukan Biaya dan Memperoleh Jasa Keuntungan.
Sistem pemasaran karet rakyat umumnya delum terorganisasi dengan baik dan kurang efisien hal ini disebabkan lokasi kebun karet rakyat yang tersebar dalam luasan yang sempit, rantai pemasaran yang panjang, dan mutu Bokar yang rendah serta beragam. Penyebab lainnya adalah sistem penjualan bokar masih didasarkan atas berat basah, sehingga bokar yang diperdagangkan hanya Berkadar 40 – 50 % selebihnya adalah air dan kotoran. Karena kondisi ini menyebabkan biaya angkut yang tinggi dan ada resiko susut yang harus ditanggung oleh lembaga Pemasaran dan pada akhirnya berpengaruh terhadap harga yang diterima petani. Artinya dengan semakin besar biaya dan jasa pemasaran makan bagian harga yang diterima petani semakin rendah.
Sistem Pemasaran Bokar
__________________________       ______________________________
│                                                    ↓ ↑                                                             ↓
Petani  →  Pedagang Desa  →  Pedagang Besar  →  Pool Pabrik  →   Pabrik/Eksportir
↓_______________________________↑________________↑
Rantai Pemasaran Bokar Tradisional
kemitraan
____________________________________________
↑                                                                                       ↓
Petani  →  Kelompok tani  →  KUD
Industri Barang ½ jadi
↓­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­_______________________ Pabrik pengolah / eksportir
Kemitraan / lelang
Rantai pemasaran Bokar yang telah terorganisasi
Kelompok Tani dan KUD tidak menguasai fisik bokar tetapi hanya sebagai pengelola yang memperoleh fee / komisi
2. Sistem Penentuan Harga Bokar
Harga bokar yang diterima Petani seperti yang diuraikan diatas ditentukan oleh sistem kelembagaan, dan panjangnya rantai pemasaran yang pada dasarnya menentukan tingkat kekuatan petani dalam melakukan negosiasi pembentukan harga. Selain itu harga bokar ditentukan oleh :  Jenis dan Mutu Bokar,  Kadar Karet Kering (KKK),  Harga Karet Alam Dunia,  Marjin Pemasaran.
A. Jenis dan mutu bokar yang terstandarisasai biasanya berhubungan dengan Kadar Karet Kering ( KKK ) yang merupakan salah satu faktor terpenting dalam penentuan harga bokar. Mutu bokar yang baik harus memenuhi kriteria, diantaranya adalah : 1. lateks dibekukan dengan asam semut atau pembeku lain yang dianjurkan, 2. Bersih dan bebas kontaminasi kotoran, 3. Tidak Direndam dalam air atau dijemur dibawah terik matahari, 4. KKK ditingkat Petani minimum 50%, 5. Dicetak dalamUkuran Tertentu.
Standar Nasional Indonesia(SNI) bokar Nomor 06-2047-2002 tanggal 17 oktober 2002, dalam SNI tersebut bokar terdapat 4 jenis mutu Sleb dan Lum, maka harga pembelian bokar dibedakan berdasarkan jenis mutu agar petani terdorong untuk menghasilkan bokar yang bermutu baik.
B.  Kadar Karet Kering ( KKK )
Kadar Karet kering adalah persentase kandungan karet yang terdapat didalam bokar. KKK merupakan faktor terpenting penentuan harga bokar. KKK bokar ditentukan oleh KKK lateks, sistem pengolahan dan penyimpanan bokar di tingkat petani.
Secara sederhana Penentuan KKK dapat dihitung sebagai berikut :
KKK  :  Sb / Bk x 100 %
Sb : Sleb basah(mula2)
Bk : Blanket kering(sleb setelah digiling)
Penentuan KKK oleh lembaga pemasaran hanya berdasarkan perkiraan visual dan ada unsur spekulasinya. Hal ini dipengaruhi dengan penanggungan resiko misalnya kesalahan taksir KKK. Selain itu kondisi tersebut masih ditambah lagi dengan adanya resiko susut angkut dan salah taksir tingkat kebersihan mutu sleb, kondisi ini menyebabkan lembaga pemasaran umumnya melakukan potongan berat dalam membeli bokar petani untuk mengurangi resiko.
C.  Harga Karet Alam Indonesia
Penentuan Harga Bokar menggunakan pedoman yang bersumber dari harga karet alam dunia yang telah disesuaikan jika karet (SIR/RSS) akan diekspor dari pelabuhan setempat ( harga FOB ). Harga tersebut biasanya diumumkan lewat media radio, Koran, atau juga bisa diakses melalui website www.bappebti.go.idatau www.sicom.co.sg
Dari harga FOB tersebut selanjutnya dikurangi biaya pengolahan SIR dan keuntungan pabrik yang biasanya dipengaruhi oleh kapasitas produksi riil pabrik dan penyusutan, berbagai biaya variable, khususnya biaya tenaga kerja dan energi proses pengolahan. Harga Pembelian ditingkat Pabrik (100% KK) berkisar antara 80 % – 92 % FOB SIR 20. Harga Pembelian Pabrik sangat dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan bokar dalam suatu wilayah .
D.  Marjin Pemasaran
Marjin pemasaran adalah selisih antara harga ditingkat konsumen dengan harga ditingkat petani dalam arti penjumlahan dari biaya-biaya dan keuntungan yang diambil oleh lembaga pemasaran yang terlibat. Semakin panjang rantai pemasaran dan semakin rendah mutu bokar, akan menyebabkan total biaya pemasaran dan keuntungan yang diambil oleh berbagai tingkat lembaga pemasaran semakin besar yang pada akhirnya akan memperkecil bagian yang akan diterima oleh petani.
B.  Alternatif Pengorganisasian Pemasaran Bokar
Pemasaran bokar melalui kelompok tani diharapkan mampu memupuk dan melatih jiwa kebersamaan petani yang progresif, meningkatkan posisi tawar menawar petani, serta menghasilkan volume jual yang efisien yang dapat menurunkan biaya-biaya pemasaran sekaligus meningkatkan harga jual bokar dan bagian harga yang diterima petani.
1. Pemasaran Bokar dengan Pola kemitraan
Secara konseptual Pola kemitraan dinilai sangat ideal karena terjadi komunikasi antara kelembagaan petani, pabrik pengolah/pengekspor, dan instansi pemerintah yang berfungsi menetapkan harga pembelian bokar, pembakuan mutu sesuai standar SNI, dan menentukan aturan main sistem kemitraan yang diawasi dengan jelas dan praktis. Namun operasionalnya bagi pihak mitra dinilai memberatkan dan petani sendiri seringsekali tidak merasa diuntungkan, salah satu penyebabnya adalah karena karet merupakan komoditas yang pasarnya terbuka, jumlah pembelinya sangat banyak dan harganya bersaing, akibatnya pola ini tidak populer dan tidak berkembang .
2. Pemasaran Bokar dengan Lelang
Mekanisme umum pasar lelang bokar adalah sebagai berikut :
o. Panitia lelang mengkoordinasikan jenis dan mutu bokar tertentu yang dihasilkan oleh petani / kelompok tani sesuai dengan permintaan pasar.
o. Panitia lelang mengundang pabrik pengolah atau pedagang besar untuk mengikuti lelang pada waktu yang ditentukan, disertai estimasi tentang jenis dan volume bokar yang akan dilelang.
o. Para petani / kelompok tani mengumpulkan sejumlah bokar dengan volume tertentu
o. Diadakan pemeriksaan mutu bokar petani / kelompok tani oleh panitia lelang dan penawar lelang dan penawar lelang.
o. Panitia lelang menentukan harga indikator yang disesuaikan dengan perkembangan harga umum ( terutama harga internasional ) dengan memperhatikan mutu
o. Pembeli mengadakan penawaran secara terbuka dan ditentukan harga penawaran tertinggi
o. Pengukuran volume lelang ( penimbangan )
o. Pembayaran transaksi dilakukan secara tunai.
Sistem dan  kelembagaan pemasaran bokar akan menentukan tingkat harga dan bagian yang akan dterima petani, yang selanjutnya akan menentukan pendapatan petani. Didalam mekanisme pembentukan harga bokar yang diterima petani, selain terdapat faktor-faktor yang dikuasai oleh petani sendiri( jenis mutu bokar dengan KKK optimum yang sesuai permintaan pasar dan meminimumkan marjin pemasaran) juga terdapat faktor yang tidak dapat  / tidak langsung dikuasai oleh petani ( misalnya harga karet internasional ). Upaya pengorganisasian sistem pemasaran bokar untuk meningkatkan efisiensi dapat dilakukan dengan mengoptimumkan berbagai faktor yang dapat dikuasai oleh petani, apabila arus pemasaran bokar kekonsumen lancar dan berkesinambungan .

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Web hosting

Sponsor

Pulsa Elektrik Murah
Anda dapat melakukan Pengisian Pulsa dari Hp Pribadi Anda Selamanya - Stok Pulsa Nasional
Jasa Design Website
Jasa Design Website Murah Harga Mulai Rp 300.000,- Pesan Cepat Pelayanan Memuaskan
Loket Listrik Online
Bagi Anda yang berminat untuk buka loket pembayaran listrik, daftar sekarang...!!!
DVD Mario Teguh Rp 60.000,-
Lebih dari 70 Episode dalam 1 DVD dapat anda miliki sekarang...!!!

Produk Sawit Costarika

Produk Sawit Costarika


Harga Produk

Bibit Kecambah Sawit Costarika Rp. 290.000/box - Isi 250 Biji/box
(Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Kami Memberikan Harga Khusus Bagi Reseller

Archive

Total Tayangan Halaman


Alexa Site Audit logotype